Materi TWK 1 Konferensi Asia Afrika di Bandung Tahun 1955
Materi TWK 1 Konferensi Asia Afrika di Bandung Tahun 1995

Penyelenggaraan konferensi asia afrika dilatari oleh suasan makin meningkatnyan perjuangan bangsa-bangsa terjajah untuk memperoleh kemerdekaannya pada maa pasca Perang Dunia II. Pada masa itu pereng dunia II konfigurasi politik dunia ditandai oleh munculnya bipolarisasi kekuatan antara dua kekuatan dunia yang saling berebut pengaruh, yaitu blok barat dan blok timur. Blok Barat dipimpin oleh Amerika Serikat, sedangkan Blok Timur dipimpin oleh Uni soviet. Kedua kekuatan tersebutv saling berlomba membuat persenjataan modern. Perlombaan tersebut itu telah menimbulkan ketegangan dan kecemasan dunia. Maysratakat dunia mencemaskan akan terjadinya perang dahsyat di antara dua kekuatan itu.
Negara negara berkembang yang melihat situasi dunia tersebut terdorong untuk mencari jalan keluar membantu meredakan ketegangan dan menciptakan perdamaian dunia. Sebagai negara berkembang, Indonesia berinisiatif mengadakan konferensi perdamaian yang dikenal dengan Konferensi Asia Afrika.
Gagasan untuk menyelenggarakan KAA, muncul dalam Konferensi Kolombo yang diselenggarkan dari tanggal 28 April - 2 Mei 1954 di Kolombo. Konferensi Kolombo dihadiri oleh 5 perdana menteri Ali Sastroamidjojo (Indonesia), Shri pandit Jawaharlal Nehru (India), Mohammada Ali jinnah (Pakistan), Sri John kotewala (Sri Lanka), dan U Nu (Burma).
Kelima perdana menteri itu menyelenggarakan pertemuan persiapan sebagai langkah awla dari Konferensi Asia Afrika. Pertemuan ini lebih dikenal dengan Konferensi Bogor atau Konferensi Pncanegara (28-29 Desember 1954)
Hasil KAA dlam bidang kerja sama ekonomi
- Kerja sama ekonomi atas dasar saling menguntungkan dan saling pengertian serta menghormati kedaulatan nasional masing masing
- Saling memebrikan bantuan teknik berupa tenaga ahli, fasilitas latihan, proyek-proyek, percontohan,dan pendirian lemba riset serta latiha.
- Segara dibentuk badan khusus PBB untuk membangun ekonomi dan pengalokasian dan yang lebih besar dari Bank Internasional untuk pembangunan negara negara Asia Afrika.
- Pelunya pemantapan perdagangan komoditas di kawasan Asia Afrika.
- Menghormati hak dasar manusia sebagi tercantum dalam Piagam PBB
- Menghormati kedaulatan dan intergritas tertorial semua bangsa
- Mengakui persamaan bangsa , baik besar maupun kecil
- Tidak melakukan intervensi atau campur tangan soal-soal dalam negara lain
- Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri, baik secara sendirian maupun secara kolektif, sesuai dengan Piagam PBB.
- Tidak melakukan tekanan tekanan terhadap negara-negara lain
- Tidak melakukan tindakan-tindakan atau ancaman ancaman agresi terhadap keutuhan wilayah dan kemerdekaan negara lain.
- Menyelesaikan persilisihan internasional dengan jalan damai sesuai dengan Piagam PBB
- Memajukan kerja sama untuk kepentingan bersama
- Menghormati hukum dan kewajiban kewajiban Internasional.
Comments
Post a Comment